Indonesia kini tengah dihadapkan pada masalah serius terkait polusi udara, yang menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data dari Interactive Country Fiches, sejumlah wilayah di Indonesia mencatatkan kualitas udara dalam kategori "Tidak Sehat," bahkan mendekati level "Berbahaya."
Faktor penyebabnya beragam, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran lahan, hingga sistem pengelolaan sampah yang masih belum optimal.
Sayangnya, dampak polusi udara tidak berhenti pada udara yang kita hirup. Partikel-partikel polutan yang terbawa oleh angin juga dapat jatuh ke tanah dan masuk ke sumber air. Akibatnya, air yang tampak bersih sekalipun bisa tercemar oleh zat berbahaya tanpa terlihat secara langsung.
Risiko dari Air yang Tidak Bersih
Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, menurut laporan dari UNICEF, sekitar 70% dari 20.000 sumber air rumah tangga di Indonesia terdeteksi mengandung zat pencemar. Kontaminan tersebut bisa berupa logam berat, mikroorganisme penyebab penyakit, hingga residu bahan kimia dari limbah domestik maupun industri.
Paparan jangka panjang terhadap air yang tidak layak konsumsi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti diare, infeksi kulit, hepatitis, bahkan penyakit serius lainnya.
Efek Samping Kaporit dalam Air
Salah satu cara yang lazim digunakan untuk membasmi bakteri dalam air adalah dengan penambahan klorin atau kaporit. Walau cukup efektif, penggunaan berlebihan atau jangka panjang bisa menimbulkan efek negatif seperti gatal, iritasi, hingga masalah kulit seperti eksim dan psoriasis. Maka dari itu, penting memastikan kadar kaporit tidak berlebih saat digunakan.
Pentingnya Memilih Alat Penyaring Air yang Tepat
Dengan tingginya risiko pencemaran, menggunakan filter air adalah langkah bijak untuk menjaga kualitas air harian. Penyaring air yang baik seharusnya mampu menyaring zat berbahaya seperti klorin, logam berat, dan mikroorganisme.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih filter:
* Efektivitas Filtrasi - Pilih filter yang memiliki daya saring tinggi terhadap berbagai kontaminan.
* Tahapan Filtrasi Lengkap - Filter dengan beberapa lapisan akan memberikan hasil yang lebih optimal.
* Reduksi Klorin - Pastikan filter mampu menurunkan kadar kaporit, terutama untuk air yang digunakan di kamar mandi.
Dengan penggunaan teknologi penyaringan yang tepat, risiko dampak negatif dari air yang terkontaminasi dapat diminimalkan. Opia Steril Filter dapat memberikan perlindungan kualitas air yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan individu, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Tiga Tahap Penyaringan:
- Body Filter: Menyaring partikel kasar hingga halus dari air.
- Head Filter: Lapisan filter tambahan untuk memastikan air bersih menyeluruh.
- Chlorine Purifier: Mengurangi klorin secara efektif tanpa menimbulkan bau, menjaga kulit tetap lembut dan sehat.
Filter air ini sudah diuji dan tersertifikasi sebagai Eczema Prevention Friendly Product, cocok untuk kulit sensitif, eksim, dan psoriasis. Lalu, efektif menyaring kotoran, lumut, tanah, menyaring kaporit/klorin, membuat air lebih aman untuk kulit.

Di musim hujan, saat risiko air kotor meningkat, menggunakan filter air dapat menjadi langkah sederhana namun signifikan untuk menjaga kesehatan kulit dan keluarga Anda secara menyeluruh.